Uang Korupsi Sekda Tasikmalaya Masih Utuh

Infodua.com – Bandung, Polisi tengah mendalami gagasan pemakaian uang hasil ‘penyunatan’ dana hibah Rp 3,9 miliar yang dikerjakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Kodir. Uang yang didapatkan Kodir hasil dari korupsi tetap utuh.

Abdul serta beberapa stafnya mengerjakan korupsi pemotongan dana hibah buat instansi keagamaan tahun budget 2017. Menurut hitungan, nilai kerugian korupsi itu menggapai Rp 3,9 miliar. Abdul memperoleh sisi terbesar sejumlah Rp 1,4 miliar.

“Pada saat kita lakukan penggeledahan dan penyitaan, ternyata uang di Sekda masih ada, dana itu belum digunakan. Dana (korupsi) yang didapat Sekda itu 1,4 (miliar rupiah) dan itu kami sita. Artinya belum digunakan untuk apa-apa,” kata Direktur Reserse Kriminil Pribadi Polda Ja-bar Kombes Samudi terhadap detikcom, Sabtu (17/11/2018).

Samudi menyampaikan menurut hasil pengecekan, mens ruangan atau kemauan jahat perkara itu semua ada di Abdul. Ia yang memerintah anak buahnya mencari instansi penerima serta mencairkan uangnya.

“Jadi modusnya Sekda ini membutuhkan dana,” tukasnya.

Namun, Samudi menyampaikan belum didapati ide Sekda dengan uang-uang hasil korupsi itu. “Kita tidak tahu dana itu untuk apa,” kata Samudi.¬†Seperti didapati, Abdul Kodir diputuskan jadi terduga perkara pemotongan dana hibah di Kabupaten Tasikmalaya. Uang yang harusnya dikasihkan 100 prosen, dipotong buat Sekda.

Tidak hanya Abdul Kodir, polisi ikut menentukan 8 terduga yang lain hingga keseluruhan ada 9 orang terduga. Ke-9 orang ini salah satunya Sekda Kabupaten Tasikmalaya Abdul Kodir, Kabag Kesra Setda Kabupaten Tasikmalaya Maman Jamaludin, Sekretaris DPKAD Ade Ruswandi, Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya Endin, PNS pada bagian Kesra Kabupaten Tasikmalaya Alam Rahadian Muharam, PNS di Kesra Kabupaten Tasikmalaya Eka Ariansyah, dua penduduk sipil Lia Sri Mulyani serta Mulyana, dan seseorang petani Setiawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *