Modus Sekda Tasikmalaya Korupsi Rp 3,9 M

Infodua.com РBandung, Polisi membeberkan kasus tindak pidana korupsi yg sertakan Sekda serta beberapa PNS Pemkab Tasikmalaya. Beberapa terduga mengerjakan pemotongan pada dana hibah buat memperkaya diri pribadi. Polisi membeberkan kasus tindak pidana korupsi yg sertakan Sekda serta beberapa PNS Pemkab Tasikmalaya. Beberapa terduga mengerjakan pemotongan pada dana hibah buat memperkaya diri pribadi.

Peristiwa itu berawal pada tahun 2017 waktu Pemkab Tasikmalaya menganggarkan dana hibah dengan nama pekerjaan berbelanja dana hibah organisasi kemasyarakatan. Dana itu bersumber dari APBD Kabupaten Tasikmalaya tahun biaya 2017.

“Dalam kegiatan belanja itu, ada hibah untuk 21 yayasan atau lembaga keagamaan yg diduga diselewengkan atau disalahgunakan oleh beberapa oknum pegawai sipil negara dan warga sipil,” kata Kapolda Ja-bar Irjen Agung Budi Maryoto di Mapolda Ja-bar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jumat (16/11/2018).

Polisi telah memutuskan 9 orang terduga dalam masalah itu. Ke-9 orang itu ialah Sekda Kabupaten Tasikmalaya Abdul Kodir, petinggi Pemkab Tasikmalaya terdiri Kabag Kesra Setda Maman Jamaludin, Sekretaris DPKAD Ade Ruswandi, Inspektorat Kabupaten Tasikmalaya Endin, terus dua PNS sisi Kesra Pemkab bernama Alam Rahadian Muharam serta Eka Ariansyah, dua penduduk sipil Lia Sri Mulyani serta Mulyana, dan seseorang petani Setiawan.

Dalam masalah ini, Abdul Kodir menggenggam guna utama. Ia memerintah terhadap PNS Kabupaten Tasikmalaya mencari dana serta beberapa yayasan penerima hibah. Sehabis diketemukan, terduga Mulyana memerintah Setiawan membuat proposal mengajukan dan memotong dana hibah yg cair.

Hasil pemotongan dana dengan nilai kerugian negara sampai Rp 3,9 miliar itu dibagi-bagi terhadap beberapa terduga. Mereka memperoleh pembagian uang yg beraneka.

Masing-masing dapatkan duwit ‘bancakan’ dana hibah itu mulai Rp 70 juta sampai Rp 1,4 miliar. Sekda Tasikmalaya Abdul Kodir memperoleh duwit terbesar sejumlah Rp 1,4 miliar atau 50 % dari dana hibah yg dianggarkan buat instansi.

“Jadi AK mendapat 50 % dari yg dibagi-bagi itu nilainya 1,4 miliar (rupiah). Kemudian dari uang itu diberikan asset kendaraan dan tanah,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *