Kondom Jadi Tren Selundupkan Narkoba

Infodua.com – Sukabumi, Kasus narkoba tempati barisan pertama dalam penanganan Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi. Jumlahnya terduga di tahun ini menggapai 55 orang yg sekarang udah memperoleh putusan hukum oleh pengadilan.

Berdasar pada rasio, masalah narkoba memperoleh jumlah hampir sejumlah 40 prosen. Disusul masalah kepemilikan senjata tajam sejumlah 20 prosen serta bekasnya pidana umum lainnya salah satunya kenakalan remaja serta pelecehan seksual.

“Tahun ini ada 55 kasus narkoba yg udah mendapat putusan tetap pengadilan, itu yg sudah putus ya belum yg masih berjalan penanganannya. Narkoba tempati barisan paling atas dibanding masalah yang lain,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi Ganora Zarina di halaman kantornya, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (4/12/2018).

Uniknya, penyelundupan narkoba ke instansi pemasyarakatan (lapas) berubah menjadi trend baru peredaran barang haram itu. Dalam tahun ini saja tertulis 4x usaha penyelundupan narkoba yg sukses dimentahkan kepolisian serta petugas pengamanan lapas.

“Informasi yg saya dapat sudah ada tiga tersangka saat ini masih menjalani proses penyelidikan di kepolisian. Mereka berstatus terdakwa dalam perkara yg sama,” papar Ganora.¬†Kasi Pidum Kejari Kota Sukabumi Rachman Zamal memberi tambahan usaha penyelundupkan narkoba berubah menjadi trend di kelompok pengguna serta pengedar barang haram itu. Beragam teknik dikerjakan aktor untuk masukkan banyak barang itu ke lapas.

“Jadi trend baru, misalnya mereka masukkan narkoba ke kondom, terus dimasukkan ke anus. Namun beberapa kali usaha ini berhasil digagalkan oleh petugas lapas dan kepolisian. Terakhir kita mendapat informasi ditemukan juga kondom dan sembilan paket narkoba dalam kendaraan tahanan usai para terdakwa menjalani sidang,” papar Rachman mengungkap.

Ini hari kejaksaan kerjakan pemusnahan tanda untuk bukti narkoba ganja dari sejumlah empat masalah, sabu-sabu 21 masalah, obat-obatan terlarang 27 masalah, serta bekasnya tanda untuk bukti berwujud senjata api rakitan serta airsoft gun. Proses pemusnahan tanda untuk bukti itu berjalan di halaman kantor Kejari Kota Sukabumi.

“Tahun ini kami udah 2x melalukan pemusnahan barang bukti, untuk yg hari ini untuk periode September sampai November,” papar Rachman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *